TrES 2-b, Planet Terhitam yang Pernah Ditemukan !!!

13 August 2011 at 3:02 pm (Bumi Dan Antariksa) (, , , , , , , , , , , , , , , , , )

Para astronom berhasil menemukan planet yang berwarna hitam, kehitamannya mungkin lebih dibandingkan dengan arang. Planet yang diberi nama TrES 2-b ini merupakan bola gas raksasa seukuran planet Jupiter di sistem tata surya kita. Planet inidideteksi untuk kali pertama pada tahun 2006 oleh Trans Atlantic Exoplanet Survey (TReS). Planet ini hanya mampu merefleksikan cahaya bintangnya kurang dari 1%, TrES-2b bahkan kurang reflektif dari cat akrilik hitam.

TrES-2b mengorbit bintang GSC 03549-02811 yang terletak pada jarak 750 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di konstelasi Draco. Jarak TrES-2b dengan bintangnya sangat dekat, hanya 5 juta kilometer. Bandingkan dengan jarak Bumi-Matahari yang mencapai 150 juta kilometer.
Baca Selengkapnya>>
Advertisements

Permalink Leave a Comment

Variasi Matahari (Siklus 11 Tahunan)

23 February 2010 at 10:19 am (Bumi Dan Antariksa) (, , , , , , , , , , , , )

Variasi Matahari adalah perubahan jumlah energi radiasi yang dipancarkan oleh Matahari. Terdapat beberapa komponen periodik yang mempengaruhi variasi ini, yang terutama adalah siklus matahari 11-tahunan (atau siklus bintik hitam matahari), selain fluktuasi-fluktuasi lainnya yang tidak periodik. Aktivitas matahari diukur dengan menggunakan satelit selama beberapa dekade terakhir setelah pada waktu sebelumnya pengukuran dilakukan melalui variabel-variabel ‘proksi’. Para ilmuan iklim tertarik untuk mengetahui apakah variasi matahari berpengaruh terhadap Bumi.

Variasi dalam total solar irradiance (TSI) sebelumnya tidak dapat diukur atau dideteksi hingga era penggunaan satelit, walaupun sebagian kecil panjang gelombang ultraviolet bervariasi beberapa persen. Output total matahari yang telah diukur (selama 3 kali periode siklus bintik hitam 11-tahunan) menunjukkan variasi sekitar 0,1% atau sekitar 1,3 W/m2 dari maksimum ke minimum selama siklus bintik hitam 11-tahunan. Jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan luar atmosfer Bumi sedikit bervariasi dari nilai rata-rata 1366 watt per meter persegi (W/m2).

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Selubung Magnetosfer Pelindung Bumi (Geomagnetic Field)

22 February 2010 at 10:09 am (Bumi Dan Antariksa) (, , , , , , , , , , , , , , , )

Magnetosfer adalah lapisan medan magnet yang menyelubungi benda angkasa. Selain Bumi, Merkurius, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus juga diselubungi magnetosfer. Bumi diselimuti oleh suatu magnetosfer, sebagaimana planet termagnetisasi lain, Merkurius, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Bulan planet Jupiter, Ganymede, juga termagnetisasi, namun terlalu lemah untuk memerangkap plasma angin matahari. Mars mempunyai magnetisasi permukaan yang terpetak-petak. Istilah “magnetosfer” juga digunakan untuk menggambarkan daerah dimana medan magnet dari benda langit mendominasi, misalnya magnetosfer pulsar.

Magnetosfer Bumi terjadi disebabkan oleh inti Bumi yang tidak stabil. Molekul di dalam inti Bumi (yang umumnya berwujud ion) selalu bergerak dengan sangat cepat karena suhu dan pengaruh medan gravitasi, menimbulkan arus listrik yang menciptakan medan magnet raksasa yang disebut magnetosfer.

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment