Material Aneh Berwarna Oranye Muncul Di Kutub Utara Bumi

13 August 2011 at 2:56 pm (Fenomena) (, , , , , , , , , , , , , , )

Pekan lalu, sebuah material misterius berwarna oranye muncul di kutub utara Bumi. Para ilmuwan belum dapat memberikan jawaban yang pasti untuk menjelaskan material tersebut. Material tersebut tersapu gelombang di sepanjang pesisir Arktika di Kivalina, Alaska dan membanjiri Desa Inupiat, Eskimo. Di sana, matahari mengeringkan material dan angin menyebarkannya bagai debu. Ketika ditemukan beberapa kilometer di kawasan air tawar Sungai Wulik, material oranye itu berubah menjadi liat dan lengket serta mengeluarkan bau seperti gas.

Baca Selengkapnya>>

Permalink Leave a Comment

Ngeriiiii…Video Penyelam Terhisap Kedalam Pasir

8 March 2011 at 9:50 pm (Fenomena, umum) (, , , , , , , , , )

Iseng-iseng aja gan sharing video ini, lumayan serem waktu liat ada video penyelam yang masuk ke dalam pasir. G jelas juga penyelam itu terhisap masuk atau emang sengaja masuk ke dalam pasir, soalnya bahasa inggris voicenya, g begitu ngerti ane maksudnya, hehehehehehe__langsung aja ke TKP gan__

Baca selengkapnya>>

Permalink 4 Comments

Ngeri, Ledakan Matahari Sanggup Menelan Bumi

17 February 2011 at 10:50 pm (Bumi Dan Antariksa, Fenomena) (, , , , , , , , )

Lidah api raksasa sanggup menelan BUMI

Ngeri banget liatnya gan, g bisa ngebayangin gimana jadinya kalau lidah api matahari itu sampe ke Bumi. Bisa-bisa kiamat beneran. Ukuran lidah api-nya aja lebih besar daripada Bumi . Langsung baca aja gan :

Baca Selengkapnya>>

Permalink 2 Comments

Beberapa Misteri Yang Ada Di Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle)

26 June 2010 at 12:43 pm (Fenomena, Mythology) (, , , , , , , , , , , , , )

Peta dari Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), terkadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa

Sejarah awal

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m,di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

Penjelasan beberapa sumber

Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga “Air Kehidupan” yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.

Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

Rainbow in Mythology

23 May 2010 at 10:05 am (Fenomena, Mythology) (, , , , , , )

Semicircular double rainbow. Supernumerary rainbows on the inside of the primary arc. Shadow of the photographer marks the centre of the rainbow circle (antisolar point).

The rainbow, a natural phenomenon noted for its beauty and inexplicability, has been a favorite component of mythology throughout history. The Norse saw it as Bifrost; Judeo-Christian traditions signs it as a covenant with God not to destroy the world by means of floodwater. Finding a mythology that does not include the rainbow somewhere may be the true challenge. Whatever the culture or continent, our species’ earliest rainbow is the rainbow of the imagination. Whether as bridge, messenger, archer’s bow, or serpent, the rainbow has been pressed into symbolic service for millennia. The myriad rainbow bridges and myths built by the world’s peoples clearly tell us more about human hopes and fears than they do about nature’s rainbow.

In 1866, Constantino Brumidi’s oil on canvas Apotheosis of George Washington “America’s founding father wears a [calm] expression… as he is propelled heavenward on a rainbow… Surrounded by thirteen maidens, Washington serenely supervises an armed Lady Liberty beneath him as she tramples out the powers of kings and tyrants.” The Victorians of Brumidi’s age were merely “inheritors of a long tradition of exploiting the rainbow’s powerful visual symbolism,” perpetuated by thousands of years of human communication. Even before humans could communicate enough to teach and learn – we have wanted to understand the world around us, and understand the meaning and origin of life. Unable to do this, cultures developed a belief system, a history of their existence to satisfy this innate need for knowledge. It may be no wonder, that the rainbow—bright, elusive, and heavenly—plays a magical, otherworldly part in most ancient and modern belief systems around the world. Again we see the myriad of human belief concerning the rainbow. The complex diversity of rainbow myth is far-reaching; its inherent similarities are also. Whether as a bridge to the heavens, a messenger to the gods, divine archer’s bow, or mystic intangible entity, the rainbow persists as a multifaceted lesson. Because while any particular idea (i.e. the rainbow) can be perceived in one way to one person – someone else can picture that idea in a very different way. And while we may not be able to fully explain the workings of the world or the purpose of life— Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

Tornado (Images)

11 May 2010 at 4:05 pm (Fenomena, Photo) (, , , , , , )

Sebuah pusaran tornado di pusat Oklahoma. Tornado tersebut membentuk pusaran yang menyentuh tanah dari dasar awan. Bagian dasar tornado dikelilingi oleh awan puing transparan yang terlempar akibat angin permukaan tornado yang kencang

Angin Puting Beliung di dekat Florida Keys.

Sebuah tornado multivortex di bagian luar Dallas, Texas pada 2 April 1957.

Tornado dekat Seymour, Texas.

Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

Fenomena “Halo” (Pelangi yang Tampak di Sekeliling Matahari atau Bulan)

24 March 2010 at 12:56 pm (Fenomena, umum) (, )

Fenomena "HALO"

Beberapa hari lalu (Bertepatan dengan hari Meteorologi dunia ke-60) di langit kota Bandung diwarnai dengan fenomena ‘Halo’. Fenomena optik yang terjadi menjelang tengah hari itu menarik perhatian sebagian warga Kota Kembang Bandung. Sebenarnya apa sih ‘Halo’ itu ?, di bawah ini adalah penjelasan mengenai ‘Halo’ yang dikutip dari wikipedia.org

Halo (ἅλως; disebut juga nimbus, icebow, atau Gloriole) adalah fenomena optikal berupa lingkaran cahaya di sekitar Matahari dan Bulan, dan terkadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 5–10 km diatas troposfer. Bentuk dan lokasi kristal es menentukan tipe halo apa yang akan terlihat. Cahaya yang dipantulkan pada kristal es dapat terpecah menjadi lebih dari satu warna, sama seperi pada pelangi.

Halo juga terkadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini hanya dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Berita ANTARA

Bookmark and Share

shareSocial Bookmarking

Permalink 1 Comment